Industrial Relation
Materi belajar mandiri tentang hubungan industrial di Indonesia dengan pendekatan dari dasar sampai studi kasus.
Tujuan Pembelajaran
- ✓Memahami konsep, tujuan, serta pihak-pihak dalam hubungan industrial.
- ✓Memahami peta dasar hukum ketenagakerjaan Indonesia.
- ✓Memahami serikat pekerja dan kebebasan berserikat.
- ✓Membedakan Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, dan PKB.
- ✓Mengenali jenis perselisihan dan tahapan penyelesaiannya.
- ✓Menganalisis kasus HR/Employee Relations dengan fakta dan dokumen yang jelas.
Daftar Isi
1. Pengantar Hubungan Industrial
Hubungan industrial adalah sistem hubungan yang terbentuk dalam proses kerja antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Dalam praktiknya, hubungan industrial bukan hanya soal konflik. Ia mencakup hubungan kerja sejak perekrutan, pembuatan perjanjian kerja, pelaksanaan pekerjaan, pengupahan, komunikasi, perubahan syarat kerja, sampai berakhirnya hubungan kerja.
1.1 Mengapa hubungan industrial dibutuhkan?
Kepentingan pekerja dan perusahaan saling berkaitan tetapi tidak selalu identik. Perusahaan membutuhkan produktivitas dan keberlanjutan usaha. Pekerja membutuhkan pekerjaan, penghasilan, kepastian, dan perlindungan. Aturan, komunikasi, dan mekanisme penyelesaian membantu mengelola perbedaan tersebut.
1.2 Faktor yang memengaruhi hubungan industrial
Peraturan perundang-undangan menjadi dasar dan batas tindakan.
Kinerja dan kondisi ekonomi dapat memengaruhi keputusan perusahaan.
PP, PKB, perjanjian kerja, SOP, dan praktik HR membentuk hubungan sehari-hari.
Informasi yang tidak jelas dapat memperbesar perbedaan persepsi.
1.3 Peran HR/Employee Relations
- ✓Memeriksa aturan sebelum mengambil keputusan.
- ✓Memastikan dokumen hubungan kerja tersimpan dan mudah ditelusuri.
- ✓Mengelola komunikasi serta mencatat hasil pembahasan.
- ✓Mendorong penyelesaian yang sesuai prosedur.
2. Memahami Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia
2.1 Peta dasar regulasi
| Regulasi | Fokus pembelajaran |
|---|---|
| UU No. 13 Tahun 2003 sebagaimana telah diubah, termasuk melalui UU No. 6 Tahun 2023 | Kerangka umum ketenagakerjaan yang perlu dibaca bersama perubahan yang berlaku. |
| UU No. 21 Tahun 2000 | Serikat pekerja/serikat buruh dan kebebasan berserikat. |
| UU No. 2 Tahun 2004 | Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. |
| PP No. 35 Tahun 2021 | PKWT, alih daya, waktu kerja dan istirahat, serta PHK. |
| PP No. 36 Tahun 2021 beserta perubahannya | Pengupahan. |
2.2 Pengupahan
Pengupahan perlu dibaca melalui aturan yang berlaku, bukan hanya materi lama. PP No. 36 Tahun 2021 telah diubah dengan PP No. 51 Tahun 2023 dan kemudian diubah lagi dengan PP No. 49 Tahun 2025. Karena itu, ketika menghitung atau menyusun kebijakan upah, HR harus melakukan pengecekan versi aturan terbaru.
2.3 PKWT, PKWTT dan PHK
PP No. 35 Tahun 2021 mengatur PKWT berdasarkan jangka waktu atau selesainya pekerjaan tertentu, kompensasi PKWT, alih daya, waktu kerja dan istirahat, lembur, serta mekanisme PHK dan hak terkait.
2.4 Cara belajar menghitung hak
Jangan memulai dengan angka. Mulailah dari status pekerja, masa kerja, alasan berakhirnya hubungan kerja, dokumen yang berlaku, komponen yang relevan, dan regulasi yang berlaku. Baru setelah itu masuk ke perhitungan.
3. Kebebasan Berserikat dalam Hubungan Industrial
Kebebasan berserikat berkaitan dengan hak pekerja untuk membentuk atau bergabung dalam serikat pekerja/serikat buruh sesuai ketentuan hukum. Serikat dapat menjadi sarana representasi dan komunikasi kolektif dalam hubungan industrial.
3.1 Fungsi praktis
3.2 Lembaga kerja sama
Hubungan industrial membutuhkan ruang dialog dan kerja sama antara pekerja dan pengusaha. Forum dan mekanisme partisipasi mengikuti ketentuan hukum serta kondisi perusahaan. HR perlu menjaga agar komunikasi terdokumentasi dan tidak hanya dilakukan secara informal.
4. Pembuatan Aturan dan Kerja Sama Perusahaan
4.1 Perjanjian Kerja
Perjanjian kerja menjadi salah satu dokumen utama yang mengatur hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja. Ketika membaca dokumen ini, identifikasi para pihak, jabatan/pekerjaan, tempat kerja, upah, waktu kerja, hak dan kewajiban, masa berlaku, serta klausul lain yang relevan.
4.2 Peraturan Perusahaan
Peraturan Perusahaan berfungsi sebagai aturan internal yang mengatur syarat kerja dan tata tertib sesuai ketentuan yang berlaku. HR perlu memastikan versi yang berlaku jelas dan pekerja mengetahui atau dapat mengakses aturan tersebut.
4.3 Perjanjian Kerja Bersama
PKB merupakan instrumen hubungan industrial yang lahir dari proses perundingan antara pengusaha dan serikat pekerja sesuai ketentuan. Karena berasal dari proses kolektif, HR perlu memahami pihak yang terlibat, ruang lingkup, masa berlaku, dan implementasinya.
| Dokumen | Pertanyaan utama saat review |
|---|---|
| Perjanjian Kerja | Siapa para pihak? Apa pekerjaan? Berapa upah? Apa hak dan kewajiban? Kapan berlaku? |
| Peraturan Perusahaan | Aturan internal apa yang berlaku? Bagaimana tata tertib dan syarat kerja diatur? |
| PKB | Siapa yang berunding? Apa yang disepakati? Bagaimana masa berlaku dan penerapannya? |
4.4 PKWT vs PKWTT — cara berpikir
Bedakan status hubungan kerja berdasarkan dasar hukum dan karakter hubungan kerjanya. Jangan hanya melihat judul kontrak. Periksa isi dan kesesuaian faktualnya.
5. Perselisihan dalam Hubungan Industrial
5.1 Jenis perselisihan
| Jenis | Gambaran sederhana | Contoh |
|---|---|---|
| Perselisihan hak | Perbedaan mengenai pelaksanaan atau pemenuhan hak. | Perbedaan perhitungan suatu hak berdasarkan aturan atau perjanjian. |
| Perselisihan kepentingan | Perbedaan mengenai pembuatan/perubahan syarat kerja. | Perundingan perubahan fasilitas atau syarat kerja. |
| Perselisihan PHK | Perselisihan berkaitan dengan berakhirnya hubungan kerja. | Pekerja menolak alasan/proses PHK. |
| Perselisihan antar-serikat | Perselisihan antara serikat pekerja di satu perusahaan. | Perbedaan mengenai keanggotaan atau representasi. |
5.2 Cara menganalisis perselisihan
Kumpulkan kronologi, surat, payroll, absensi, dan komunikasi.
Definisikan apa yang sebenarnya dipermasalahkan.
Cek perjanjian, PP/PKB, dan regulasi.
Dokumentasikan komunikasi, perundingan, dan hasil.
5.3 Penyelesaian
UU No. 2 Tahun 2004 menjadi salah satu landasan utama untuk penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Tahap awal yang penting adalah perundingan bipartit antara pekerja/serikat pekerja dengan pengusaha. Apabila penyelesaian tidak tercapai, perkara dapat berlanjut melalui mekanisme penyelesaian berikutnya sesuai jenis perselisihan dan ketentuan hukum yang berlaku.
6. Studi Kasus Hubungan Industrial
Kasus 1 — Perubahan Jam Kerja
Perusahaan ingin mengubah jadwal kerja karena kebutuhan operasional. Sebagian pekerja menolak karena berdampak pada transportasi dan waktu keluarga.
| Pertanyaan | Yang diperiksa HR |
|---|---|
| Dasar aturan? | Perjanjian kerja, PP/PKB, dan aturan waktu kerja. |
| Apakah perubahan diperbolehkan? | Ruang lingkup kebijakan perusahaan dan batasan hukum. |
| Dampak? | Operasional, pekerja, transportasi, dan potensi konflik. |
| Komunikasi? | Alasan perubahan, tanggal efektif, mekanisme pertanyaan. |
| Dokumentasi? | Notulen, pemberitahuan, hasil konsultasi dan keputusan. |
Kasus 2 — Pekerja Mempertanyakan Hak PHK
Seorang pekerja mempertanyakan perhitungan hak setelah menerima informasi PHK. HR perlu memeriksa status hubungan kerja, masa kerja, alasan PHK, dokumen yang berlaku, komponen penghasilan yang relevan, dan regulasi yang berlaku pada saat kejadian.
Kasus 3 — Keluhan Payroll
Jika pekerja menyatakan upah bulanannya kurang, jangan langsung menyimpulkan payroll salah. Cocokkan payroll, absensi, lembur, cuti, komponen penghasilan, potongan, dan kebijakan. Catat koreksi bila memang ditemukan kesalahan.
Latihan Analisis
Seorang pekerja dipindahkan ke posisi baru dan merasa tidak pernah diberi penjelasan. Sebutkan minimal lima data/dokumen yang perlu diperiksa sebelum HR memberi jawaban.
Lihat contoh kerangka jawaban
7. Final Project, Latihan Soal & Post Test
7.1 Final Project
Tugas peserta:
- Buat daftar fakta yang perlu dikumpulkan.
- Identifikasi dokumen yang harus diperiksa.
- Identifikasi pihak yang perlu dilibatkan.
- Analisis potensi jenis perselisihan.
- Buat rencana komunikasi.
- Buat daftar dokumen yang harus dihasilkan setelah proses.
7.2 Latihan Soal Interaktif
Pilih satu jawaban pada setiap soal, lalu klik Periksa Jawaban. Sistem akan menghitung skor kamu secara langsung.
1. Pihak utama dalam hubungan industrial adalah...
2. UU No. 2 Tahun 2004 terutama mengatur...
3. Sebelum menghitung hak yang berkaitan dengan PHK, langkah awal yang tepat adalah...
4. PKB merupakan singkatan dari...
5. Dalam menerima keluhan payroll, HR sebaiknya...
6. Salah satu manfaat dokumentasi hubungan industrial adalah...
7. Kebebasan berserikat berkaitan dengan...
8. Jika terjadi perbedaan mengenai pelaksanaan hak yang sudah diatur, isu tersebut dapat berkaitan dengan...
9. Ketika aturan ketenagakerjaan berubah, HR sebaiknya...
10. Sikap analitis yang paling tepat ketika menangani konflik hubungan industrial adalah...
11. PKWT adalah singkatan dari...
12. PKWTT adalah singkatan dari...
13. Peraturan Perusahaan pada dasarnya berfungsi untuk...
14. Ketika menerima keluhan pekerja, tindakan awal yang paling baik adalah...
15. Perselisihan kepentingan umumnya berkaitan dengan...
16. Perselisihan PHK berkaitan dengan...
17. Apa yang sebaiknya diperiksa ketika ada rencana perubahan jam kerja?
18. Mengapa version control dokumen HR penting?
19. Dalam analisis kasus, urutan yang lebih tepat adalah...
20. Mengapa komunikasi penting dalam hubungan industrial?
21. Contoh dokumen yang dapat menjadi sumber informasi dalam sengketa adalah...
22. Salah satu langkah awal dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial adalah...
23. Saat terjadi perbedaan interpretasi isi aturan perusahaan, tindakan yang paling tepat adalah...
24. Apa tujuan utama studi kasus dalam pembelajaran hubungan industrial?
25. Jika seorang pekerja mempertanyakan perhitungan haknya, HR sebaiknya...
26. Dalam hubungan industrial, kepatuhan terhadap aturan internal sebaiknya...
27. Apa manfaat notulen perundingan?
28. Jika kasus melibatkan aturan yang baru berubah, sumber prioritas untuk verifikasi adalah...
29. Peran HR dalam hubungan industrial paling tepat digambarkan sebagai...
30. Jika kamu belum yakin terhadap suatu kesimpulan dalam kasus hubungan industrial, langkah terbaik adalah...
7.3 Refleksi Belajar
Setelah mengerjakan latihan, pilih satu topik yang paling belum kamu pahami. Kembali ke bagian tersebut dan buat satu ringkasan dengan kata-kata sendiri. Untuk pembelajar HR, latihan terbaik bukan hanya menghafal istilah, tetapi mampu menghubungkan fakta → dokumen → aturan → proses → keputusan.
8. Glosarium & Referensi
| Istilah | Pengertian sederhana |
|---|---|
| Hubungan Industrial | Sistem hubungan dalam proses kerja antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. |
| Employee Relations | Pengelolaan hubungan perusahaan dengan pekerja dan isu hubungan kerja. |
| PKWT | Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. |
| PKWTT | Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. |
| PHK | Pemutusan Hubungan Kerja. |
| PP | Peraturan Perusahaan. |
| PKB | Perjanjian Kerja Bersama. |
Referensi
1. Mekari University — Industrial Relation 101.
2. JDIH Kemnaker — Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Ketenagakerjaan.
3. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
4. UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.
5. UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
6. PP No. 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan PHK.
7. PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan beserta perubahan yang berlaku, termasuk PP No. 51 Tahun 2023 dan PP No. 49 Tahun 2025.